Virus Komputer “Life is Beautiful” Mengancam

Perusahaan peranti lunak, Microsoft dan Norton, Selasa (23/3/2010), menginformasikan adanya ancaman penyusupan virus baru lewat surat elektronik (e-mail) yang merusak data komputer pengguna layanan internet, seperti Yahoo, Hotmail, dan AOL (American OnLine).

Virus itu masuk ke surat elektronik dalam bentuk program presentasi Power Point dengan nama “Life is Beautiful”. Jika Anda menerimanya, segera hapus file tersebut. Karena jika itu dibuka, akan muncul pesan di layar komputer Anda kalimat: “it is too late now; your life is no longer beautiful….” (Sudah terlambat sekarang, hidup Anda tak indah lagi).

Akibatnya, Anda akan kehilangan semua data di komputer. Bukan itu saja, orang yang mengirimkan “virus” itu juga akan mendapatkan akses ke nama, e-mail, dan password Anda. AOL telah mengonfirmasikan, peranti lunak antivirus yang sementara ini sudah ada tidak mampu menghancurkan “Life is Beautiful”. Virus ini diciptakan oleh seorang hacker yang menyebut dirinya “Life Owner”.

Penyakit Zoonosis Kian Jadi Perhatian

ATLANTA, KOMPAS – Penyakit infeksi zoonosis semakin mendapat perhatian dunia. Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, misalnya, belakangan memfokuskan berbagai penyelidikan mereka terhadap penyakit zoonosis atau penyakit infeksi yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Henry Walke selaku Kepala Program Kantor Koordinasi dan Pengembangan Kesehatan Dunia dan Kesehatan Masyarakat pada Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS mengatakan, Selasa (9/3/2010), sekitar 60 persen penyakit infeksi yang baru muncul merupakan penyakit zoonosis.

Dia mengatakan, penyakit zoonosis semakin menjadi ancaman, terutama di negara berpopulasi besar, beragam, dan mempunyai keragaman satwa, termasuk satwa liar.

Sejumlah faktor pemicu penularan penyakit, antara lain, adalah perubahan lingkungan hidup yang menyebabkan semakin dekat jarak hewan dengan manusia. Faktor lainnya ialah domestikasi hewan, termasuk untuk hewan eksotik. Akibatnya, penyakit yang tadinya berdiam di hewan berpindah ke manusia. Sejumlah kasus seperti terjadinya flu burung, rabies, dan ebola merupakan contoh yang menyebabkan berbagai masalah serius dan terjadi di sejumlah negara.

”Sebagian besar penyelidikan penyakit yang dilakukan CDC kemudian mengarah ke kasus zoonosis,” ujar Henry dalam kegiatan Crisis and Risk Emergency Communication di Atlanta, Selasa.

Untuk pengendalian berbagai penyakit tersebut dibutuhkan infrastruktur kesehatan publik yang baik, antara lain perangkat surveilans atau pemantauan penyakit. CDC sendiri memberikan bantuan teknis berdasarkan permintaan dari negara yang bersangkutan. Bantuan yang diberikan biasanya merupakan bantuan teknis dan tenaga ahli spesifik untuk penyakit tertentu.

Semakin giat

Direktur Global Disease Detection Operations Center CDC Ray Arthur mengatakan, program pendeteksian dan investigasi penyakit semakin giat dilakukan, terutama setelah munculnya kasus SARS di berbagai belahan dunia. Lewat pendeteksian itu, semakin banyak patogen baru yang ditemukan, yakni setidaknya lima patogen baru tahun 2003 hingga menjadi sekitar 30 patogen baru sampai dengan tahun 2008.

Director Division of Viral and Rickettsial Disease National Center for Zoonotic Vector-Borne and Enteric Disease CDC Steve Monroe mengatakan, patogen itu tidak selalu baru sama sekali. Dapat terjadi selama ini patogen sudah ada, tetapi tidak dikenali. Hal itu karena patogen terisolasi di tubuh hewan atau para penderitanya terpencil.

”Umumnya, patogen baru diketahui kemudian setelah terjadi peningkatan kasus di populasi,” ujarnya.

Untuk menemukan patogen baru tersebut, mereka membangun sistem, salah satunya ialah pengumpulan berita dari ribuan media di seluruh dunia. Media skrining tersebut menjadi peringatan awal adanya penyakit.

Jika kasus dinilai cukup signifikan, diturunkan tim guna menyelidiki kasus tersebut. CDC mempunyai sekitar 18 perwakilan di seluruh dunia. Di beberapa negara mereka sedang menyelidiki virus polio liar, HIV, dan flu burung (H5N1).

Ray menambahkan, tantangan dalam menangani penyakit-penyakit yang bersifat global, antara lain, adalah ketidakmampuan pihak berwenang di lokasi kejadian untuk mendeteksi dengan tepat. Selain itu, para pemimpin juga enggan melaporkan kasus yang dialaminya kepada komunitas global.

Indira Permanasari dari Atlanta, Amerika Serikat.

Sumber : Kompas.Com

m-Komik Telkomsel, Babak Baru Komik Indonesia

Inilah babak baru bagi dunia komik di Indonesia. Setelah lama mengalami pasang surut dari waktu ke waktu, versi komik pun terus dikembangkan. Jika dahulu komik identik dengan versi cetak, hitam putih, berwarna, dan kemudian terus dikembangkan mengikuti perkembangan teknologi dengan mempergunakan media online website, maka kini saatnya komik-komik tersebut merambah ponsel. Menikmati cerita komik dari ponsel tentulah merupakan satu hal baru di Indonesia. Namun itulah yang kini sedang mulai disajikan Telkomsel untuk para pelanggannya. Layanan komik ponsel terbaru dari Tekomsel ini diberi nama m-Komik.

m-Komik merupakan sebuah kemajuan yang sangan berarti bagi dunia komik tanah air. Selain itu m-Komik juga diharapkan dapat menjadi generator pembangkit, baik bagi dunia komik maupun telekomunikasi, karena seperti yang diketahui, pengguna selular saat ini telah mencapai angka lebih dari 90 juta serta diperkirakan akan terus tumbuh hingga menembus angka 100 juta tahun ini.

Sebagai bentuk promosi penawaran, Telkomsel memberikan beberapa content komik GRATIS yang dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pelanggan yang ingin mencoba. Content-content gratis tersebut antara lain Mahabharata, Dio Anjing Preman, Monster Ijo, dan Adilkah Cinta.

Setiap komik yang ditawarkan memiliki harga yang bervariasi mulai Rp 3.000, Rp 5.000, dan Rp 8.000. Setelah membeli komik yang diinginkan maka secara otomatis komik akan tersimpan di Menu Perpustakaan dan dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun, bahkan dapat dikirimkan kepada orang lain sebagai rekomendasi melalui koneksi Bluetooth. Selain itu pelanggan juga dapat mengetahui komik terbaru, info, maupun event-event pencinta komik Indonesia, maka mereka dapat memilih Menu Berlangganan yang akan memberikan update seputar m-Komik melalui SMS.

Kenikmatan pelanggan dalam mengakses m-Komik akan semakin terasa karena layanan ini didukung jaringan Telkomsel yang menjangkau hingga pelosok dengan dukungan akses ragam teknologi mulai dari GPRS, EDGE, 3G (WCDMA dan HSDPA). Bahkan saat di luar negeri pun akan tetap nyaman menikmati m-Komik berkat kerjasama Telkomsel dengan 270 operator international roaming di berbagai belahan dunia.
Untuk dapat menikmati m-Komik, pelanggan Telkomsel cukup mengirimkan SMS dengan mengetikkan mKomik dan mengirimnya ke 9800, selanjutnya download secara GRATIS aplikasi m-Komik yang akan ter-install otomatis pada menu My Own/Apps di ponsel. Setelah mengisi data (nama, umur, jenis kelamin, email) di halaman Registrasi, langsung bisa menikmati m-Komik dengan menu yang user friendly.(dna)

Sumber : Telkomsel

Fallout 3 DLC

Fallout 3 merupakan game RPG open-world yang menjadikan peran Anda sebagai wastelander, yaitu sebagai seseorang yang selamat dari perang nuklir yang menghabiskan dunia. Anda dapat memilih setiap perbuatan Anda, baik atau jahat, Anda dapat berpetualang ke semua tempat tanpa batasan apapun. Game ini menyediakan DLC, yaitu downloadabe pack yang akan menambah content dari game Anda.

Diantaranya :

1. The Pitt

DLC yang satu ini menempatkan Anda di daerah The Pitt, yaitu daerah Pittsburgh pada masa depan, dimana pada masa depan tersebut kota ini tidak hancur, namun air di kota tersebut sangat terradiasi. Penduduk yang selamat pun dipaksa bekerja oleh kartel kriminal. Anda dapat memilih, mendukung budak-budak tersebut atau mendukung kekuasaan kartel tersebut? Pada DLC ini Anda akan mendapatkan senjata baru, yaitu Auto Axe dan Perforator. Auto Axe merupakan senjata seperti gergaji mesin, dan Perforator merupakan senjata rifle yang silenced. Senjata unique seperti Infiltrator dan Ashur Power Armor juga akan ada pada DLC ini.

2. Mothership Zeta

DLC yang satu ini menempatkan Anda pada kapal Alien yang ingin menyerang bumi. Pada DLC ini Anda diculik oleh alien yang ingin melakukan eksperimen terhadap manusia. Anda harus melarikan diri Anda dari mereka, sebelum Anda dibunuh mereka. Pada DLC ini akan terdapat banyak senjata2 energy weapon, seperti Drone Cannon, Alien Atomizer, Alien Disintergrator, dan juga Paulson Revolver. DLC ini memberikan senjata-senjata yang sangat banyak, dan berbagai item berguna seperti Alien Gel yang dapat memperbaiki senjata Anda secara gratis.

3. Point Lookout

Point Lookout mengajak Anda berwisata dengan kapal, yang mengajak Anda ke daerah rawa-rawa yang dihuni oleh kelompok cult aneh yang suka membunuh orang. Anda juga akan menenggelamkan kapal selam milik Cina yang berusaha memata-matai AS.

4. Operation : Anchorage

Pada DLC ini Anda akan dibawa ke dalam suatu simulasi pertempuran milik Amerika Serikat, yang mensimulasikan perjuangan tentara Amerika Serikat melawan tentara China di Alaska, untuk memperebutkan kilang minyak. Senjata2 baru seperti Gauss Rifle dan T-51b Winterized Power Armor akan dihadirkan disini.

5. Broken Steel

Broken Steel akan menaikkan level cap Anda menjadi level 30, dan juga akan menghadirkan senjata2 baru seperti Tesla Gun. Pada Broken Steel ini ending dari cerita awal akan diubah, dimana Anda akan lolos dari ledakan di Purity Project. Misi Anda ialah membebaskan Capital Wasteland dari Enclave.

(RV/ICTF)

software translation

Software gratis Lingoes Translator merupakan sebuah software gratis yang sangat membantu untuk anda menterjemahkan berbagai macam bahasa yang ada.
Software gratis ini berfungsi sebagai kamus dan tranlator yang memiliki kemampuan untuk mentranslate bahasa hingga 60 bahasa di dunia yang berbeda.Software gratis ini bisa membantu anda yang malas dan repot membawa kamus yang yang sangat berat dan tebal.

Dengan software gratis ini kata yang ingin terjemahkan akan diberikan artinya serta penjelasan dari makna kata tersebut.Software gratis Lingoes Translator juga telah mengeluarkan versi terbarunya yaitu Lingoes Translator 2.6.3
download size (4,96 MB)

awass… tangan di operasi gara2 sms..!!!

CHICAGO, Semua hal yang dilakukan secara berlebihan dipastikan menimbulkan efek buruk. Hal itu pula yang dialami seorang remaja putri asal Amerika Serikat yang keranjingan mengirimkan SMS lewat ponsel.

Annie Levitz (16) kini terancam dioperasi kedua tangannya akibat terlalu sering mengirimkan SMS. Bayangkan, dalam sehari dia bisa mengirimkan hingga lebih dari 100 SMS sehingga tak sadar jika tangannya mulai mengalami semacam sindrom kekakuan. Ia sempat kehilangan sensasi dan kepekaan pada kedua tangannya dan tak bisa lagi memegang suatu benda.

Alhasil, ia sekarang harus mengenakan semacam penyangga khusus berbentuk sarung tangan dan mendapatkan suntikan pereda rasa sakit. Doktor menyatakan, Annie menderita carpal tunnel syndrome yang membuat urat saraf pada pergelangan tangannya menjadi kaku. Sindrom ini juga biasanya berkaitan dengan penggunaan keyboard secara berlebihan.

Annie, yang bersekolah di Adlai Stevenson High School Lincolnshire, Illinois, telah mencoba mengurangi kebiasaan mengirimkan SMS hingga separuhnya atau sekitar 50 per hari.

Akan tetapi, tak mudah baginya untuk meredam kebiasaan memencet tombol di ponsel. Bahkan, ia berharap bisa menukar ponsel lamanya dengan sebuah iPhone yang berlayar sentuh (touchscreen) untuk memudahkan kebiasaannya berkirim SMS.

Annie mengaku cemas ketika ia mulai merasakan rasa sakit yang sangat pada tangannya. “Saya mulai kehilangan rasa pada tangan dan menjadi mati rasa. Saat mengambil piring, kemudian terlepas begitu saja dari tangan,” ujar gadis yang kini mengaku hanya mengirimkan sekitar 2.000 SMS per bulan.

Setelah mendiagnosis keluhan Annie, tim dokter memasangkan lima sabuk pengait pada kedua tangannya. Ia juga harus diberi suntikan cortisone untuk meredakan rasa sakitnya. Walau begitu, Annie harus tetap menjalani pembedahan untuk menghilangkan ketidaknyamanan pada tangannya.

Dr Sofia Aksentijevich, ahli rheumatologi yang mendiagnosis Annie, mengatakan, kasus ini terbilang tidak biasa di kalangan pasien muda. Seseorang mengalami sindrom carpal tunnel jika tidak bisa lagi menggenggam suatu benda. Pasien juga kehilangan kekuatan untuk menggenggam dan sering kali merasa terbakar, kesemutan, atau mati rasa di sekitar telapak tangan.

Sumber : Myfoxatlanta.Com

smadav terbaru + key

Smadav sudah update ke versi terbaru yakni Smadav 8.1. Pada smadav 8.1 2010 ini telah ditambahkan beberapa fitur baru diantaranya adalah penambahan database 100 virus baru, Engine scanner baru (SmadEngine.dll), Kompatibel di Windows Vista & 7, dan External Database (Smadav.loov). Fitur-fitur tersebut belum ada pada Smadav Rev 8 sehingga penggunaan memori di engine baru lebih stabil dan efisien dibandingkan engine lama, begitu pula kecepatan scanning yang juga menjadi lebih cepat.

Apa Saja Fitur yang Baru di Smadav 8.1 2010

  • Engine scanner baru (SmadEngine.dll) untuk mendeteksi virus lebih cepat dan akurat.
  • External Database (Smadav.loov) untuk memudahkan update database untuk Revisi berikutnya.
  • Plug-in klik kanan di explorer terbaru (SmadExtc.dll) yang lebih baik.
  • Kompatibel di Windows Vista & 7.
  • Pendeteksian beberapa Virus Internasional yang banyak menyebar di Indonesia (Sality & Alman) sudah lebih cepat dan akurat.
  • Penambahan database lebih dari 100 virus baru beserta varian-variannya
  • Perbaikan false alarm pada beberapa file.
  • Penyempurnaan metode blacklist key ilegal Smadav Pro.
  • Perubahan struktur tim Smadav untuk tahun 2010.
  • Penambahan menu uninstall di Tray Icon untuk memudahkan proses uninstall

Download Smadav 8.1

Berikut Key Registrasi yang saya dapatkan :

Nama : Yuda Pasna
Key : 081310338782

Nama : willy
Key : 085810151080

Selamat Mencoba…

askep dermatitis

Pengertian
dermatitis adalah peradangan pada kulit.

Terbagi Atas :
1. DERMATITIS KONTAK
Sinonim :
Dermatitis venenata, dermatitis industri, dan lain-lain.
Penyebab :
a. Zat iritan misalnya asam atau alkali.
b. Alergen misalnya tumbuh-tumbuhan, kosmetik atau nikel.
Perjalanan Penyakit Dan Gejala Klinis :
Terdapat 2 tipe dermatitis kontak yang disebabkan oleh zat yang berkontak dengan kulit yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergik.
Dermaitis Kontak Iritan :
Kulit berkontak dengan zat iritan dalam waktu dan konsentrasi cukup, umumnya berbatas relatif tegas.
Paparan ulang akan menyebabkan proses menjadi kronik dan kulit menebal disebut skin hardering.
Gejala klinis dipengaruhi keadaan kulit pada waktu kontak antara lain, faktor kelembaban, paparan dengan air, panas dingin, tekanan atau gesekan. Kulit kering lebih kurang bereaksi.
Dermatitis Kontak Alergik :
Batas tak tegas. Proses yang mendasarinya ialah reaksi hipersensitivitas. Lokalisasi daerah terpapar, tapi tidak tertutup kemungkinan di daerah lain.

Diagnosis banding :
Dermatitis numularis, dermatitis seboroika, dermatitis atopik.

Pengobatan :
Menghindari penyebab.
Simtomatik
Topikal :
o Apabila basah : kompres PK 1/10.000
o Apabila kering : Kortikosteroid
Pada keadaan berat – per oral :
o Antihistamin
o Kortikosteroid

2. DERMATITIS ATOPIK
Sinonim :
Neurodermatitis disseminata; prurigo diathesique Besnier.
Penyebab :
a. Gangguan fungsi sel limfosit T dan peningkatan kadar Ig E
b. Blokade reseptor beta adrenergik pada kulit.
Perjalanan Penyakit Dan Gejala Klinis :
Bersifat kronis dengan eksaserbasi akut, dapat terjadi infeksi sekunder. Riwayat stigmata atopik pada penderita atau keluarganya. Gejala klinis edema, vesikel sampai bula, dapat pula disertai ekskoriasi. Keadaan kronik terdapat penebalan kulit, likenifikasi dan hyperpigmentasi. Gatal dari ringan sampai berat, disertai rasa terbakar. Keadaan akut disertai rasa tidak enak badan
Lokalisasi sesuai umur penderita dibagi:
Tipe infantil : muka, terutama kedua pipi (disebut milk eczema), kepala, ekstremitas, badan dan bokong. Biasanya usia 2 bulan – 2 tahun.
Tipe anak-anak :muka, tengkuk, lipat siku dan pergelangan tangan. Lesi bersifat sub-akut.
Tipe dewasa : fosa poplitea, lipat siku dan tengkuk, dahi, daerah yang terpapar matahari.Lesi bersifat kronis.
Diagnosis Banding :
Dermatitis seboroika, dermatitis herpetiformis dan keratosis folikularis (penyakit Darier)

Pengobatan :
Keadaan ringan diberikan pengobatan topikal.
Sistemik : Antihistamin. Keadaan sangat eksudativ,diberikan kortikosteroid jangka pendek.
salep Topikal : Keadaan akut dan basah diberi kompres. Kronik  kortikosteroid. Keadaan infeksi dikombinasi dengan antibiotika. Bila diduga mengalami infeksi dengan kandidosis dapat diberikan campuran kortikosteroid dan anti kandida.
Tanda Diagnostik :
o Lokalisasi – daerah lipatan flexor ekstremitas.
o Terdapat stigmata atopik
o Gatal

3. DERMATITIS NUMULARIS
Sinonim :
Dermatitis Diskoid, Neurodermatitis Numularis.
Penyebab :
Tidak pasti. Diduga stress emosi, alkohol dapat memperburuk keadaan.
Perjalanan Penyakit Dan Gejala Klinis :
Kelainan terdiri dari eritema, edema, papel, vesikel, bentuk numuler, dengan diameter bervariasi 5 – 40 mm. Bersifat membasah (oozing), batas relatif jelas, bila kering membentuk krusta. Gejala biasanya hebat dan hilang timbul, bila digaruk dapat terjadi fenomena Koebner.
Lokalisasi di ekstremitas atas dan bawah bagian ekstensor, tetapi dapat berlokasi diseluruh bagian tubuh.
Diagnosis Banding :
Dermatitis atopik, neurodermatitis.
Pengobatan :
Topikal tidak mencukupi, perlu pengobatan sistemik berupa anti histamin.
Lesi basah kompres larutan Permanganas Kalikus 1 : 10.000
Lesi kering : salep kortikosteroid.
Bila ada infeksi sekunder ditambahkan antibiotika sistemik.
Tanda Diagnostik :
Bentuk lesi numuler
Sifat lesi membasah
Gatal

4. NEURODERMITIS SIRKUMSKRIPTA
Sinonim :
Liken Simpleks Kronis
Penyebab :
Tidak pasti.
Perjalanan Penyakit Dan Gejala Klinis :
Penderita umumnya orang dewasa atau orang tua. Mungkin suatu tempat gatal kemudian digaruk berulang-ulang, maka akan timbul papel, likenifikasi dan kulit menjadi tebal yang menimbulkan hyperpigmentasi. Lesi berupa papel besar, gatal disebut prurigo nodularis.
Tempat di tengkuk, di punggung kaki, punggung tangan, lengan bawah dekat siku, tungkai bawah bagian lateral, perianal, scrotum dan vulva atau di scalp. Prurigo nodularis sering ditemukan di lengan dan tungkai. Kelainan menipis bila tidak digaruk.
Pengobatan :
Diberitahukan kepada penderita : kelainan kulit menipis dan kemudian menghilang bila tidak digaruk.
õ Sistemik : Sedativa atau Antihistaminika untuk mengurangi rasa gatal.
õ Topikal : Salep Kortikosteroid.
Bila kurang berhasil dibantu dengan cara oklusi (ditutup dengan bahan impermeabel misalnya bungkus plastik). Kalau belum berhasil juga disuntik dengan kortikosteroid intra lesi, misalnya triamsinolon.

Prognosis :
Baik, tetapi sering pula residif.

5. DERMATITIS STATIS
Sinonim :
Dermatitis Hemostatika.
Penyebab :
Gangguan aliran darah pembuluh vena di tungkai. Berupa bendungan di luar pembuluh darah; misalnya tumor di abdomen sumbatan thrombus di tungkai bawah, atau kerusakan katup vena setelah thrombophlebitis.
Insidens :
Orang dewasa dan orang tua.
Perjalanan Penyakit Dan Gejala Klinis :
Akibat bendungan, tekanan vena makin meningkat sehingga memanjang dan melebar. Terlihat berkelok-kelok seperti cacing (varises). Cairan intravaskuler masuk ke jaringan dan terjadilah edema. Timbul keluhan rasa berat bila lama berdiri dan rasa kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk. Terjadi ekstravasasi eritrosit dan timbul purpura. Bercak-bercak semula tampak merah berubah menjadi hemosiderin. Akibat garukan menimbulkan erosi, skuama. Bila berlangsung lama, edema diganti jaringan ikat sehingga kulit teraba kaku, warna kulit lebih hitam.
Komplikasi :
Timbul ulkus, disebut ulkus varikosum atau ulkus venosum.
Diagnosis :
Lokalisasi ditungkai bawah, dimulai di atas maleous internus sampai di bawah lutut. Kelainan berupa hyperpigmentasi, skuama, erosi, papel, kadang-kadang eksudasi. Batas tidak jelas. Udema terutama di pergelangan kaki.
Diagnosis Banding :
Dermatitis kontak.
Pengobatan :
õ Dermatitis akut dikompres dengan larutan Permanganas Kalikus 1/10.000, atau larutan perak nitrat 0,25 % – 0,5 %.
õ Obat topikal : Ichtyol 2 % dalam salep zink-oksid.
õ Bila eksudatif , diberi kortikosteroid dalam jangka pendek (7-10 hari).
õ Bila ada infeksi sekunder diberi antibiotika.
Prognosis :
Residif..

6. DERMATITIS SEBOROIKA
Sinonim :
Seborrheic Eczema, Dermatitis Seborrhoides, Seborrhoide.
Penyebab :
Tidak diketahui.
Faktor yang mempengaruhi / memperburuk :
Jenis makanan berlemak
Banyaknya keringat
Stress emosi
Insidens :
Daerah dingin insidennya lebih tinggi. Umumnya bayi dan anak umur 6 – 10 tahun, serta orang dewasa umur 18 – 40 tahun.
Perjalanan Penyakit Dan Gejala Klinis :
Merupakan penyakit kronik, residif, dan gatal. Kelainan berupa skuama kering, basah atau kasar; krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi.
Tempat kulit kepala, alis, daerah nasolabial belakang telinga, lipatan mammae, presternal, ketiak, umbilikus, lipat bokong, lipat paha dan skrotum.
Pada kulit kepala terdapat skuama kering dikenal sebagai dandruff dan bila basah disebut pytiriasis steatoides ; disertai kerontokan rambut.
Lesi dapat menjalar ke dahi, belakang telinga, tengkuk, serta oozing (membasah), dan menjadi keadaan eksfoliatif generalisata. Pada bayi dapat terjadi eritroderma deskuamativa atau disebut penyakit Leiner.
Diagnosis Banding :
Psoriasis, Pitiriasis Rosea, Dermatofitosis.
Pengobatan :
Umum: diet rendah lemak.
Sistemik : antihistamin, pada kasus berat, kortikosteroid.
Lokal : preparat sulfur, tar, kortikosteroid. Shampo dapat dipakai selenium sulfida.
Prognosis :
Kronik residif.

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN DERMATITIS

I. PENGKAJIAN.
a. Identitas Pasien.
b. Keluhan Utama.
Biasanya pasien mengeluh gatal, rambut rontok.
c. Riwayat Kesehatan.
1. Riwayat Penyakit Sekarang :
Tanyakan sejak kapan pasien merasakan keluhan seperti yang ada pada keluhan utama dan tindakan apa saja yang dilakukan pasien untuk menanggulanginya.
2. Riwayat Penyakit Dahulu :
Apakah pasien dulu pernah menderita penyakit seperti ini atau penyakit kulit lainnya.
3. Riwayat Penyakit Keluarga :
Apakah ada keluarga yang pernah menderita penyakit seperti ini atau penyakit kulit lainnya.
4. Riwayat Psikososial :
Apakah pasien merasakan kecemasan yang berlebihan. Apakah sedang mengalami stress yang berkepanjangan.
5. Riwayat Pemakaian Obat :
Apakah pasien pernah menggunakan obat-obatan yang dipakai pada kulit, atau pernahkah pasien tidak tahan (alergi) terhadap sesuatu obat.

II. PEMERIKSAAN FISIK.
a. Subjektif :
Gatal
b. Objektif :
Skuama kering, basah atau kasar.
Krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi.
( Yang sering ditemui pada kulit kepala, alis, daerah nasolabial belakang telinga, lipatan mammae, presternal, ketiak, umbilikus, lipat bokong, lipat paha dan skrotum ).
Kerontokan rambut.

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI.
1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Inflamasi dermatitis, ditandai dengan :
Adanya skuama kering, basah atau kasar.
Adanya krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi.
Intervensi :
Kaji / catat ukuran dari krusta, bentuk dan warnanya, perhatikan apakah skuama kering, basah atau kasar.
Anjurkan klien untuk tidak menggaruk daerah yang terasa gatal.
Kolaborasi dalam pemberian pengobatan :
Sistemik : Antihistamin, Kortikosteroid.
Lokal : Preparat Sulfur, Tar, Kortikosteroid, Shampo (Selenium Sulfida)

2. Ansietas berhubungan dengan ancaman integritas biologis aktual atau yang dirasa sekunder akibat penyakit, ditandai dengan :
(Kemungkinan yang terjadi)
Insomnia
Keletihan dan kelemahan
Gelisah
Anoreksia
Ketakutan
Kurang percaya diri
Merasa dikucilkan
Menangis.
Intervensi :
Kaji tingkat ansietas: ringan, sedang, berat, panik.
Berikan kenyamanan dan ketentraman hati :
Tinggal bersama pasien.
Tekankan bahwa semua orang merasakan cemas dari waktu ke waktu.
Bicara dengan perlahan dan tenang, gunakan kalimat pendek dan sederhana.
Perlihatkan rasa empati.
Singkirkan stimulasi yang berlebihan (ruangan lebih tenang), batasi kontak dengan orang lain – klien atau keluaraga yang juga mengalami cemas.
Anjurkan intervensi yang menurunkan ansietas (misal : teknik relaksasi, imajinasi terbimbing, terapi aroma).
Identifikasi mekanisme koping yang pernah digunakan untuk mengatasi stress yang lalu.

3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilan sekunder akibat penyakit, ditandai dengan :
Klien mungkin merasa malu.
Tidak melihat / menyentuh bagian tubuh yang terganggu.
Menyembunyikan bagian tubuh secara berlebihan.
Perubahan dalam keterlibatan sosial.
Intervensi :
Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.
Dorong klien untuk bertanya mengenai masalah, penanganan, perkembangan dan prognosa penyakit.
Berikan informasi yang dapat dipercaya dan perkuat informasi yang telah diberikan.
Perjelas berbagai kesalahan konsep individu / klien terhadap penyakit, perawatan dan pengobatan.
Dorong kunjungan / kontak keluarga, teman sebaya dan orang terdekat.

4. Kurang pengetahuan tentang penyakitnya berhubungan dengan kurangnya sumber informasi, ditandai dengan :
Pasien sering bertanya / minta informasi, pernyataan salah konsep.
Intervensi :
Jelaskan konsep dasar penyakitnya secara umum.
Jelaskan / ajarkan nama obat-obatan, dosis, waktu dan metode pemberian, tujuan, efek samping dan toksik.
Anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang rendah lemak.
Tekankan pentingnya personal hygiene.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sularsito, Dr. Sri Adi, Et all. 1986. Dermatologi Praktis. Edisi I. Penerbit: Perkumpulan Ahli Dermato-Venereologi Indonesia, Jakarta.

2. Doenges, Marilynn E, et all. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Penerbit: EGC, Jakarta.

3. Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Penerbit: EGC, Jakarta.

askep syndrom cushing

A. Konsep Dasar Sindrom Cushing a. Pengertian Sindrom Cushing adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh efek metabolik gabungan dari peninggian kadar glukokortikoid dalam darah yang menetap. (Price, 2005) b. Etiologi a. Iatrogenik Pemberian glukokortikoid jangka panjang dalam dosis farmakologik. Dijumpai pada penderita artitis rheumatoid, asma, limpoma dan gangguan kulit umum yang menerima glukokortikoid sintetik sebagai agen antiinflamasi. b. Spontan Sekresi kortisol yang berlebihan akibat gangguan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal. Adenoma pituitary (70%kasus), tumor adrenokortikal (20% kasus) dan tumor ekstrapituitari (10% kasus) seperti karsinoma sel kecil-kecil paru. c. Manifestasi Klinik a. Wajah yang khas (moon face) b. Penipisan rambut kepala disertai jerawat dan hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebihan pada wajah dan tubuh seperti layaknya pria) c. Obesitas batang tubuh dengan fosa supraklavikula yang terisi penuh, punuk kerbau (buffalo hump) d. Striae pada kulit e. Kelemahan dan atropi otot f. Osteoporosis g. Kulit yang rapuh dan penyembuhan luka yang lama h. Ulkus peptikum i. Hipertensi j. Kelabilan emosi d. Patofisiologi Iatrogenik (Tumor adrekortikal, hyperplasia adrenal, dan tumor ekstra pituitari) Spontan (Pemakaian obat glukokortikoid dalam jangka panjang) Otot Kulit Ruptur serabut elastis kulit B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian Pengumpalan riwayat dan pemeriksaan kesehatan difokuskan pada efek tubuh dari hormone korteks adrenal yang konsentrasinya tinggi dan pada kemampuan korteks adrenal untuk berespons terhadap perubahan kadar kortisol dan aldosteron. Riwayat kesehatan mencakup informasi tentang tingkat aktivitas klien dan kemampuan untuk melakukan aktivitas rutin dan perawatan diri. Detailnya pengkajian keperawatan untuk klien dengan sindrom cushing mencakup: a. Kaji kulit klien terhadap trauma, infeksi, lecet-lecet, memar dan edema. b. Amati adanya perubahan fisik dan dapatkan respon klien tentang perubahan dini. c. Lakukan pengkajian fungsi mental klien, termasuk suasana hati, respon terhadap pertanyaan, kewaspadaan terhadap lingkungan, dan tingkat depresi. Keluarga klien merupakan sumber terbaik untuk mendapatkan informasi tentang perubahan ini. 2. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan umum yang dapat dijumpai pada klien dengan sindrom Cushing adalah sebagai berikut : a. Resiko terhadap cedera berhubungan dengan kelemahan dan perubahan metabolisme protein. b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, keletihan, pengurusan masa otot. c. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema. d. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan fisik,. e. Perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan suasana hati, mudah tersinggung dan depresi. f. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan kelebihan natrium g. Resiko perdarahan berhubungan dengan melemahnya jaringan penyokong perivaskuler h. Nyeri berhubungan dengan perlukaan pada mukosa lambung i. Resiko tinggi gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intak in adekuat j. Potensial komplikasi: Hiperglikemia 3. Rencana Keperawatan a. Resiko terhadap cedera berhubungan dengan kelemahan dan perubahan metabolisme protein. Kriteria hasil: 1) Klien bebas dari cedera jaringan lunak atau fraktur 2) Klien bebas dari area ekimotik 3) Klien tidak mengalami kenaikan suhu tubuh, kemerahan, nyeri, atau tanda-tanda infeksi dan inflamasi lainnya Rencana tindakan keperawatan: 1) Kaji tanda-tanda ringan infeksi Rasional : Efek antiinflamasi kortikosteroid dapat mengaburkan tanda-tanda umum inflamasi dan infeksi. 2) Ciptakan lingkungan yang protektif Rasional : Mencegah jatuh, fraktur dan cedera lainnya pada tulang dan jaringan lunak. 3) Bantu klien ambulasi Rasional : Mencegah terjatuh atau terbentur pada sudut furniture yang tajam. 4) Berikan diet tinggi protein, kalsium, dan vitamin D Rasional : Meminimalkan penipisan massa otot dan osteoporosis. c. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema. Kriteria hasil: Klien mampu mempertahankan keutuhan kulit, menunjukkan perilaku/teknik untuk mencegah kerusakan/cedera kulit. Rencana tindakan keperawatan: 1) Inspeksi kulit terhadap perubahan warna, turgor, vaskular. Rasional : menandakan area sirkulasi buruk/kerusakan yang dapat menimbulkan pembentukan infeksi. 2) Pantau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa. Rasional : mendeteksi adanya dehidrasi/hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan pada tingkat seluler. 3) Inspeksi area tergantung edema. Rasional : jaringan edema lebih cenderung rusak/robek. 4) Berikan perawatan kulit. Berikan salep atau krim. Rasional : lotion dan salep mungkin diinginkan untuk menghilangkan kering, robekan kulit. 5) Anjurkan menggunakan pakaian katun longgar. Rasional : mencegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit. 6) Kolaborasi dalam pemberian matras busa. Rasional : menurunkan tekanan lama pada jaringan. d. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan fisik. Kriteria hasil: Klien mengungkapkan perasaan dan metode koping untuk persepsi negatif tentang perubahan penampilan, fungsi seksualitas, dan tingkat aktivitas. Menyatakan penerimaan terhadap situasi diri. Rencana tindakan keperawatan: 1) Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang kondisi dan pengobatan. Rasional : mengidentifikasi luas masalah dan perlunya intervensi. 2) Diskusikan arti perubahan pada pasien. Rasional : beberapa pasien memandang situasi sebagai tantangan, beberapa sulit menerima perubahan hidup/penampilan peran dan kehilangan kemampuan control tubuh sendiri. 3) Anjurkan orang terdekat memperlakukan pasien secara normal dan bukan sebagai orang cacat. Rasional : menyampaikan harapan bahwa pasien mampu untuk mangatur situasi dan membantu untuk mempertahankan perasaan harga diri dan tujuan hidup. 4) Rujuk ke perawatan kesehatan. Contoh: kelompok pendukung. Rasional : memberikan bantuan tambahan untuk manajemen jangka panjang dari perubahan pola hidup. e. Perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan suasana hati, mudah tersinggung dan depresi. Keriteria hasil: Klien mampu mempertahankan tingkat orientasi realita sehari-hari, mengenali perubahan pada pemikiran dan tingkah laku Rencana tindakan keperawatan: 1) Evaluasi tingkat stress individu dan hadapi dengan tepat Rasional : tingkat stress mungkin dapat meningkat dnegan pesat karena perubahan yang baru, sedang atau telah terjadi. 2) Panggil pasien dengan namanya. Rasional : Untuk menolong mempertahankan orientasi. 3) Catat perubahan siklik dalam mental/tingkah laku. Ikutsertakan dalam latihan rutin dan program aktivitas. Rasional : penelitian menunjukkan bahwa penarikan diri dan pasien yang tidak aktif memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami kebingungan 4) Dukung keikutsertaan pasien dalam perawatan diri sendiri. Rasional : pilihan merupakan komponen yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. f. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan kelebihan natrium Keriteria hasil : Menunjukkan volume cairan stabil, dengan keseimbangan pemasukan dan pengeluaran, berat badan stabil, tanda vital dalam rentang normal dan tak ada edema. Rencana tindakan keperawatan: 1) Ukur masukan dan haluaran, catat keseimbangan positif. Timbang berat badan tiap hari. Rasional : menunjukkan status volume sirkulasi, terjadinya/ perbaikan perpindahan cairan, dan respon terhadap terapi. Keseimbangan positif/peningkatan berat badan sering menunjukkan retensi cairan lenjut. 2) Awasi tekanan darah. Rasional : Peningkatan tekanan darah biasanya berhubungan dengan kelebihan volume cairan tetapi mungkin tidak terjadi karena perpindahan cairan keluar area vaskuler. 3) Kaji derajat perifer/edema dependen Rasional : Perpindahan cairan pada jaringan sebagai akibat retensi natrium dan air, penurunan albumin dan penurunan ADH. 4) Awasi albumin serum dan elektrolit (khususnya kalium dan natrium) Rasional : penurunan albumin serum memperngaruhi tekanan osmotic koloid plasma, mengakibatkan pembentukan edema. 5) Batasi natrium dan cairan sesuai indikasi. Rasional : Natrium mungkin dibatasi untuk meminimalkan retensi cairan dalam area ekstravaskuler. g. Resiko perdarahan berhubungan dengan melemahnya jaringan penyokong perivaskuler Keriteria hasil: Trombosit dalam batas normal Intervensi 1) Kaji adanya perdarahan Rasional : mempermudah menentukan intervensi selanjutnya. 2) Observasi tanda-tanda vital (S.N.RR) Rasional : 3) Antisipasi terjadinya perlukaan / perdarahan. Rasional : mencegah terjadi perdarahan 4) Anjurkan keluarga klien untuk lebih banyak mengistirahatkan klien Rasional : Mengurangi resiko cedera sehingga memperkecil adanya perdarahan 5) Monitor hasil darah, Trombosit Rasional : penurunan jumlah trombosit menandakan adanya perdarahan h. Nyeri berhubungan dengan terjadinya perlukaan pada mukosa lambung. Keriteria hasil : Klien mengatakan nyeri hilang/berkurang, menunjukkan postur tubuh rileks dan mampu tidur dengan tepat Rencana tindakan keperawatan: 1) Catat keluhan nyeri, lokasi, lamanya, intensitas (skala 0-10) Rasional : Nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala nyeri pasien. 2) Kaji ulang faktor yang meningkatkan dan menurunkan nyeri Rasional : membantudalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi. 3) Berikan makan sedikit tapi sering sesuai indikasi untuk pasien Rasional : makanan mempunyai efek penetralisir asam, juga menghancurkan kandungan gaster. Makanan sedikit mencegah distensi dan haluaran gaster. 4) Berikan obat sesuai indikasi. Mis, antasida. Rasional : menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia i. Resiko tinggi gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intak in adekuat Keriteria hasil : Mempertahankan berat badan stabil, bebas dari tanda malnutrisi. Rencana tindakan keperawatan: 1) Kaji riwayat nutrisi Rasional : mengidentifikasi defisiensi, menduga kemungkinan intervensi 2) Catat berat badan Rasional : Pengawasan kehilangan dan alat pengkajian kebutuhan nutrisi/keefektifan terapi. 3) Diskusikan makanan yang disukai oleh pasien dan masukan dalam diet murni Rasional : dapat maningkatkan masukan, meningkatkan rasa partisipasi 4) Anjurkan klien makan sedikit tapi sering Rasional : makan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan juga mencegah distensi gaster. 5) Rujuk ke ahli gizi. Rasional : Perlu bantuan dalam perencanaan diet yang memenuhi kebutuhan nutrisi j. Potensial komplikasi: Hiperglikemia Keriteria hasil: Tidak terjadi hiperglikemi Rencana tindakan keperawatan 1) Observasi tanda-tanda hipeglikemi Rasional : membantu dalam menentukan intervensi selanjutnya 2) Berikan suntik insulin menurut sleding scale Rasional : mengupayakan agar gula darah dalam keadaan normal 3) Awasi pemeriksaan laboratorium terutama GDS Rasional : Gula darah yang tinggi merupakan indicator terjadi hiperglikemi DAFTAR PUSTAKA Doenges, M. E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, edisi 3. Jakarta: EGC. Price, S. A., 2005. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit, edisi 6. Jakarta: EGC. Rumahorbo, Hotma. 1999. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Endokrin. Jakarta: EGC. Diposkan oleh Phatoelizme di 21:13

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!